Masa kecil yang kita habiskan berdua selalu menjadi masa-masa yang indah. Kuhabiskan waktu itu dengan mengikutimu kemana saja kau pergi. Berada di dekatmu selalu menjadi saat yang menyenangkan. Perselisihan yang sering terjadi pun nampak seperti hal yang selalu kukenang sekarang. Aku selalu kamu buat menangis dan kau yang dimarahi bapak dan ibu, pemandangan yang hampir selalu terjadi.
Masih kuingat jelas masa-masa TK ketika aku ikut berpetualang ntah kemana. Dibonceng sepedamu dibelakang menyusuri kebun tebu dan sungai. Melalui tanjakan dimana kamu harus menuntun sepeda sedangkan aku duduk manis di kursi boncengan belakang. Kamu tampak sangat keren waktu itu. Mungkin jarak umur 6 tahun yang memisahkan kita membuat mu menjadi sosok yang sangat aku kagumi.
Hampir seluruh masa hidupku aku habiskan untuk mengejar apa yang kamu capai. Peringkat kelas, prestasi di luar sekolah selalu menjadi motovasi tersendiri dalam menyelesaikan studi SD, SMP dan SMA ku. Kamu seperti sosok yang selalu hanya dapat aku lihat punggungnya, sosok yang suatu saat harus aku lampaui.
Menjelang masa dewasa aku mulai merindukan masa-masa kecil kita itu. Masa yang kita habiskan bersama, masa dimana kau mengajarkan ini dan itu, masa dimana penuh dengan hal-hal baru. Saya sadar sekarang saya banyak mengecewakanmu. Banyak ekspektasi yang kau harapkan namun tidak pernah aku capai. Terkadang aku sedih jika berpikir soal itu.
Aku hanya ingin jadi sepertimu, sosok yang selalu aku idolakan semenjak kecil. Kemudian suatu hari aku ingin berjalan di sampingmu, tidak lagi dibelakang dan hanya melihat punggungmu.
Sehat selalu BOS , kamu akan selalu menjadi salah satu idolaku.


0 comments:
Post a Comment