Dalam part 3 ini akan dibahas secara khusus sistem trining yang saya gunakan di Swansea. Di sini saya tidak akan membahas trining secara umum dikarenakan sudah banyak teman-teman yang membahas hal tersebut. Dalam pembahasan ini akan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu firs team, U-21 team dan U-18 team. Artikel tersebut akan dipisahkan menjadi beberapa Part.
FIRST TEAM
Pada awal musim match-fitness tiap pemain biasanya berada pada kisaran 50%-70%, maka perlu diberikan training tertentu pada awal musim untuk memperbaikinya. Team training yang dipergunakan pada awal musim adalah Fitness dengan set Hard sementara individual training dikosongkan. Match training akan diset pada Tactick untuk meningkatkan familiarity. Per-orang pemain akan diberikan kesempatan bermain pada friedly match, artinya dalam 1 match pemain akan mendapatkan kesempatan 45 menit. Sistem ini akan terus dipergunakan sampai pra-musim selesai.
Untuk musim kedua, match fitness pemain tidak akan seburuk awal musim, akan berkisar antara 80%-90%. Maka tidak perlu dilakukan team training pada bagian Fitness, namun pada Team Kohesion set Hard. Jika dipadukan dengan Tour Pra-musim , ini akan sangat meningkatkan kerja sama team khususnya pada pemain baru. Hasil tersebut bisa dilihat pada laporan Asmen di akhir Tour Pra-musim.
Ketika memasuki musim liga set team training akan diubah fleksible sesuai kebutuhan dengan beban di set average. Individual training mulai diberikan. Pemberian individual training ini sangat beragam, disesuaikan dengan umur pemain.
Untuk pemain muda berumur 24 th kebawah sebaiknya diberikan individual training sesuai dengan role nya. Jika dia bermain sebagai advanced playmaker maka berikan dia individual training role tersebut. Hal ini dikarenakan perkembangan pemain muda masih sangat pesat, sehingga diharapkan point (PA-CA) akan tersalurkan ke atributte sesuai dengan rolenya. Namun untuk beberapa pemain tertentu dapat diberikan individual training pada bagian atributte tertentu yg dianggap masih kurang. Sebagai contoh pemain dengan role winger (S) , dia memiliki kekurangan atributte pada bagian acceleration sedangkan atributte pendukung winger (S) lainnya sudah bagus (berkisar antara 15-16). Maka saya putuskan untuk memberikan individual training pada Quickness.
Sebagai tambahan untuk memaksimalkan perkembangan pemain muda, sesekali dapat diberikan tutor dari pemain senior. Pilih tutor yang berkualitas. Memiliki determination bagus (15 keatas) dan personality yang bersahabat atau setidaknya sama dengan si anak tutor.
Untuk pemain berumur 24 th keatas diberikan individual training berfokus pada atributte tertentu. Dikarenakan perkembangannya sudah tidak terlalu pesat dan point (PA-CA) yang tersisa sedikit lebih efisien tersalur ke atributte yang diperlukan. Pemilihannya fleksible sesuai dengan kecakapan manager masing-masing :) . Berikan tambahan latihan Prefered Player Move (PPM) untuk menambahkan kualitas permainan individual. Pemilihan PPM juga fleksible sesuai dengan kecakapan manager.
Terakhir, cek selalu perkembangan latihan mereka tiap bulan atau bahkan tiap minggu. Jika pemain Un-Happy dengan latihannya, lakukan private chat, perintahkan dia untuk berlatih lebih keras. Baca dengan teliti laporan training dari para staff dan selalu fleksible dengan keadaan terkini di tim.
Sekian untuk pembahasan training first team , part selanjutnya akan membahas training U-21 dan U-18.
Sekian untuk pembahasan training first team , part selanjutnya akan membahas training U-21 dan U-18.



0 comments:
Post a Comment